Mahasiswa Non-Muslim dan Bocil Mengaji Bareng saat KKN – Sebuah momen unik dan menyentuh hati viral di media sosial ketika seorang mahasiswa non-Muslim diminta oleh anak-anak desa (bocil) untuk mengajar ngaji saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Video tersebut memperlihatkan suasana hangat dan penuh tawa antara mahasiswa dan anak-anak, yang tanpa ragu memintanya latansa.id membacakan surat pendek Al-Qur’an. Meski mengaku bukan pemeluk Islam, sang mahasiswa tetap berusaha memenuhi permintaan dengan penuh toleransi dan rasa hormat.
Kejadian yang Bikin Haru dan Tertawa
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak beberapa anak kecil duduk melingkar sambil membawa buku Iqra’. Mereka menyuruh seorang mahasiswa, yang diketahui beragama non-Muslim, untuk membacakan ayat. Lucunya, mahasiswa itu sempat kaget dan menyebutkan dengan polos, “Loh, aku non-Muslim lho!” namun anak-anak tetap memintanya mencoba.
Sang mahasiswa pun akhirnya membaca dengan terbata-bata namun penuh semangat, disambut tawa polos anak-anak yang tampak senang dengan interaksi itu. Suasana yang hangat dan menyenangkan membuat warganet terharu sekaligus terhibur.
Toleransi Agama yang Alami dan Menginspirasi
Warganet menilai kejadian ini sebagai bentuk bpnpesibar.id nyata toleransi beragama di akar rumput. Meski berbeda keyakinan, tidak ada sekat atau prasangka di antara mereka. Mahasiswa tersebut tidak merasa tersinggung, dan anak-anak pun tidak menilai keyakinan seseorang sebagai hambatan dalam belajar dan bermain bersama.
Beberapa komentar di media sosial menyebut momen tersebut sebagai pelajaran sosial yang penting: bahwa toleransi bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari anak-anak yang tanpa sadar menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman.
Respons Positif Warganet
Unggahan video itu dengan cepat menyebar dan mendapat ribuan komentar serta likes. Banyak yang memuji sikap sang mahasiswa yang tetap ramah dan tidak tersinggung, bahkan berusaha untuk tetap menghargai permintaan anak-anak. Tak sedikit pula yang menyoroti betapa pentingnya pendidikan multikultural dalam program-program pengabdian masyarakat seperti KKN.
“Salut banget sama kakaknya, bisa jadi contoh bahwa beda keyakinan bukan penghalang buat saling menghargai,” tulis salah satu netizen.
Penutup
Peristiwa viral ini menjadi pengingat bahwa kehidupan berbangsa yang harmonis bukan hanya soal aturan, tapi juga soal sikap terbuka, empati, dan saling menghargai. Apa yang dilakukan mahasiswa tersebut dan anak-anak desa itu adalah potret indah Indonesia yang sesungguhnya — penuh warna, namun tetap bersatu.